Uniknya Kaos Oblong

0
57

Hobicowok.com (Jakarta) – Hampir pasti semua orang punya yang namanya kaos oblong. Yup, baju yang mewabah pertama kali pada tahun 1947 tepatnya ketika ator Marlon Brando memerankan tokoh Stanley Kowalsky dalam drama Broadway dan makin dipopulerkan oleh actor muda James Dean pada film Rebel Without A Cause pada 1961.

Nah, sejak saat itu kaos oblong mulai mendunia dan disukai anak muda dari berbagai generasi, walaupun sempat dianggap sebagai simbol pemberontakan anak muda pada saat itu, dimana memakai kaos oblong dianggap tiak sopan dan dicap anak “nakal”. Namun perlahan para hippies, flower generation serta gerakan-gerakan politik banyak menggunakan oblong sebegai sarana komunikasi. Sejak itu,para pebisnis fashion menganggap oblong sebagai salah satu komoditi bagus dan bisa masuk industry fashion Paris, Italy dan dunia.

Oblong dianggap sebagai sebuah media dan sarana komunikasi yang dianggap tepat sasaran serta mampu berinteraksi dengan baik sekali. Semua tema baik itu hobi, politik, agama bahkan berbagai isu terbaru pun dicurahkan lewat gambar/tulisan pada kaos oblong.

Di Indonesia sendiri, sebenarnya oblong masuk melalui orang belanda. Namun secara industri oblong masuk dan berkembang pada “sekedar” kaos dalam pria. Tercatat beberapa merk yang dulu pernah berkibar seperti merk Swan, 77, cabe Rawit, Kembang manggis dan lain-lain.

Era 80-an adalah awal dimana oblong mulai masuk dunia kreatif. Sejumlah merk yang hingga kini masih eksis seperti C59, Joger ata Dagadu merupakan beberapa diantaranya yang cukup terkenal. Era ini juga oblong masuk pada industry kreatif masal yang cukup massif dimana merk-merk terkenal seperti Hammer, H&R, Country Fiesta, Osella atau Posh Boy menggarap market ini dengan serius.

Masuk era 90-an, dunia kreatif sedikit berbah gaya karena oblong mulai masuk pada jalur indie seperti maraknya kehadiran distro atau clothing yang hingga kini masih terus berkembang dan eksis.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here