Langkah Awal Upgrade Sepeda

0
678

Hobicowok.com (Jakarta) –Upgrade sepeda merupakan hal yang sanagt sulit untuk tidak dilakukan. Ini karena terkadang kita merasa bahwa sepeda kurang memadai dan tentu saja ingin melakukan upgrade agar performance-nya lebih optimal. Isu “bobot sepeda” merupakan isu yang cukup krusial, karena sepeda dengan performance baik, biasanya mempunyai bobot yang cukup ringan agar lebih ringan dan lincah dikendarai. Untuk itu, penggantian parts tertentu mampu secara drastis akan mampu mengurangi bobot sepeda sekaligus meningkatkan performa sepeda kita.

Fork

Bagian ini adalah salah satu bagian yang cukup “berat” secara bobot, karena biasanya pada spek berspesifikasi low-mid end, fork masih membawa tipe spring dengan bobot yang lumayan berat. Misalnya saja RST Blaze dengan travel 100-120mm mempunyai bobot hingga 2,82kg, atau Suntour XCT travel 100-120mm yang mempunyai bobot 2,7kg. Angka ini jelas mempunyai sumbangsih yang cukup besar untuk “membebani” dengkul anda ketika gowes.

Cari fork yang lebih ringan tentunya plus fitur serta menu yang lebih baik. Salah satu menu wajib fork adalah fitur rebound, yaitu sebuah fitur yang bisa membuat fork bergerak cepat atau lembat sesuai kebutuhan.

Fork dengan tipe air biasanya memang lebih ringan, namun karakter fork spring biasanya lebih aggressive namun bobot memang lebih berat . Tipe air lebih berat perawatan dibanding tipe spring yang cenderung bebas perawatan.

Crank

Sepeda tipe low-mid end biasanya masih dibekali dengan tipe crank teknologi lama, yaitu dengan support BB kotak atau belimbing/octalink. Nah, tipe seperti ini juga mempunyai bobot yang lumayan. Sebut saja crank Suntour XCM racikan 2016 mempunyai bobot sekitar 2,4kg termasuk BB kotaknya.

Ganti crank dengan tipe BB hollowtech 2. Shimano mempunyai Alivio dan Deore untuk para entry level yang mempunyai bobot dibawah 1,5kg termasuk BB. Bahkan konon akan segera masuk Shimano Altus Hollowtech 2.

Ban

Bagian ini kerap dilupakan, padahal bobot ban standar cukup mumpuni untuk menambah bobot total sepeda, baik itu ban luar atupun dalam. Ban standar biasanya masih menggunakan teknologi steel wire. Ganti ban dengan tipe folding alias lipat karena sudah mengadopsi teknolgi Kevlar.

Untuk tipe ban atau kembang alias design tapak tergantung selera dan kebutuhan. Makin besar ukuran ban jelas makin berat, makin kasar design tapaknya akan makin berat ketika pedaling.

Hub dan Freehub

Banyak orang mengganti bagian ini lebih kepada “suara jangkriknya”. Padahal bobot freehub standar lumayang menambah angka bobot sepeda. Sebut saja shimano non series yang mempunyai bobot hingga angka 1,15kg lengkap dengan tuas QR. Bahkan di beberapa merk “blank” alias tanpa plang merk, bobotnya bisa mencapai angka 1,3kg.

Kalau mau kita bandingkan secara ekstrim, bobot hub dan freehub Shimano XTR hanya 400gr saja. Cari hb dan freehub yang ringan, namun untuk urusan suara jangkrik dan tidak itu masalah selera.

Sprocket / Cassette

Bagian ini juga jarang disentuh. Padahal bobot sprocket selevel Deore 9 speed aja bisa sampai 430gr. Bandingkan dengan SLX 9 speed yang 240gr dan XT 9 speed yang 210gr. Pabrikan Sram jug abisa dijadikan pilihan, misalnya saja Sram X7 9 speed 260gr atau X9 9 speed 230gr. Sram memang secara umum mempunyai bobot yang ebih berat disbanding Shimano namun punya daya tahan yang lebih unggul.

Tentu saja balik lagi pada pilihan dan kantong. Pilih upgrade sesuai kebutuhan. Pintar-pintar memilih dan menimbang part mana yang cocok. Tidak semua yang mahal itu bagus.

Selamat mencoba

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here